Tampilkan postingan dengan label Istri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Istri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Januari 2017

Yang Menunggu Pasti Akan Dipertemukan, Yang Sabar Akan Dibahagiakan Dan Yang Menyakiti Pasti Tersakiti

Aku percaya tak ada penantian yang sia-sia, semua orang yang menunggu di dunia ini pada akhirnya pasti akan dipertemukan, jika bukanlah yang ditunggu yang datang maka kau akan dipertemukan dengan orang lain yang lebih baik.

Orang yang menunggu itu adalah tipe orang yang sabar sehingga pantaslah jika orang sabar itu pada akhirnya dibahagiakan, jika dia sabar menunggu maka dia akan dibahagiakan dengan dipertemukan. Dan bagi mereka yang menyakiti pada akhirnya akan tersakiti, sungguh tuhan itu begitu adil.

Yakinalah Bahwa Tak Ada Penantian Yang Sia-Sia, Jika Kau Tidak Dipertemukan Dengan Yang Kau Tunggu Maka Kau Akan Dipertemukan Dengan Yang Lain

Yakinlah bahwa tak ada penantian yang sia-sia di dunia ini, jika kamu menunggu kamu pasti akan dipertemuakan dengan seseorang yang seperti kamu inginkan. Kau mungkin saja tidak akan dipeertemukan dengan seseorang yang memang benar-benar kau tunggu tapi yakinlah kau akan dipertemukan dengan seseorang yang tak pernah kamu sangka-sangka.

Saat itu kau akan merasa bukan dipertemukan tapi lebih tepatnya semacam telah ditemukan oleh seseorang. Yakinlah yang menemukanmu adalah orang yang baik, sebaik dirimu yang mau menunggu.

Percayalah Bahwa Ketika Kamu Memutuskan Untuk Menunggu Maka Dilain Tempat Ada Yang Menunggumu
Saat kau menunggu seseorang yang kamu cintai tapi menyakitimu, disisilain sebenarnya kamu sendiri sedang ditunggu oleh seseorang yang akan menggantikannya. Saat kau menantikan kehadiran orang lain saat itu juga sebenarnya kehadiran dirimu, kehadiran sosok dirimu dengan jiwa yang baik, penuh kesetian itu sedang ditunggu orang lain. Karenanya ketika kamu memutuskan untuk menunggu kau pasti akan dipertemuakn dipertemuakan dengan seseorang yang sedang menunggumu, meski tak pernah kau kenal.

Pada akhirnya orang-orang yang sabar itu pasti akan bahagia dan akan dibahagiakan, orang yang mempunyai kesabaran akan mendapatkan apa yang diinginkannya, mungkin bukan membahagiakanmu tapi pasti akan ada seseorang yang lain yang akan membahagiakan dirimu melebihi dia yang selalu kamu tunggu. Maka teruslah bersabar, bersabar menunggu datangnnya seseorang itu kamu pasti akan bahagia, kesabaranmu tidak akan menjadi hal yang percuma, kau harus meyakini ini.

Jangan Berhenti Menunggu Dan Jangan Lelah Bersabar Sekalipun Hatimu Terasa Sakit

Jangan pernh berhenti menunggu, menunggu seseorang yang baik hati, seseorang yang akan membuatmu merasa telah menemukan atau ditemukn, bukan menunggu seseorang yang menykitimu.
Teruslah bersabar, dengan kesabaran maka kau akan kuat untuk menunggu meski sebenarnya kamu merasa sunyi, meski kamu merasa percuma, meski kau tersaki. Sebab tidak selamanya kamu akan tersakiti dan merasa sakit, kelak semakin menyakitkan rasa sakit yang kamu rasakan saat ini maka akan semakin besar bahagiamu itu.

Biarkan Saja Seseorang Menyakitimu Sesukanya Sebab Yang Menyakitimu Pasti Akan Disakiti

Jika ada yang menyakitimu, jika dia menykitimu maka biarkanlah, jangan melawan jangan membalas sebab yang menyakiti dirimu pada akhirnya pasti akn disakiti. Jika tak ada yang menykitinya berarti dia akan merasa sakit atas rasa penyesalannya sendiri.

Dengan sendirinya dia akan tau bagimana rasaya disakiti dan tersakiti oleh orang lain yang disebabkan oleh kelakuannya sendiri, sungguh itu pasti akan menyakitkan baginya.

Jumat, 27 Januari 2017

Wahai Istri, Lakukan Hal 5 Ini Setiap Hari Agar Suami Tidak Melupakanmu


Menjadi istri idaman merupakan impian setiap wanita. Bahkan setelah menikah pun, mereka tetap ingin menjadi idaman dan terbaik bagi suaminya. Namun seiring berjalannya usia pernikahan, hal ini bisa saja tergeser karena banyaknya hal lain yang juga diprioritaskan.

Namun demikian, sang istri tetap harus mencari cara agar suami merasa selalu dibahagiakan. Dengan begitu, meski dengan berbagai hal lain yang menjadi tujuan, istri tetap menjadi bagian terdepan yang diprioritaskan.

Tapi hal ini tentu tidak terjadi begitu saja. Seorang istri harus melakukan bakti kepada suami dengan membuatnya bahagia setiap hari. Lima hal ini bisa menjadi cara agar suami merasa dibahagiakan oleh istri. Hingga pada akhirnya, istri akan selalu menjadi wanita pujaannnya meski dengan usia pernikahan yang sudah begitu lama. Apa saja? Berikut ringkasannya.

1. Meminta Izin Suami Jika Bepergian Ke Luar Rumah

Hal ini kerap disepelekan para istri. Jika suami tidak di rumah, mereka bisa dengan mudah keluar rumah tanpa sepengetahuan suaminya. Padahal istri yang baik tidak akan keluar rumah tanpa sepengetahuan suaminya. Ibnu Muflih al hambali berkata:

Diharamkan bagi seorang wanita keluar rumah suaminya tanpa seizinnya, kecuali karena darurat atau kewajiban syariat. (Adab Syariyyah: 3/375)

Hal ini akan lebih berkesan jika istri mencium tangan suaminya.

2. Mensyukuri Apa yang Suami Lakukan untuk Istri

Bersyukur adalah cara menambahkan lebih. Tidak hanya bersyukur kepada Allah saja maka Dia akan menambahkan, bahkan beryukur di terhadap apa yang didapatkan suami pun berefek sama. Suami akan bahagia jika istrinya bisa bersyukur terhadap apa yang sudah Ia dapatkan, bahkan lebih bersemangat untuk mencari rezeki dengan tujuan membahagiakan istrinya. Setiap suami pulang bekerja, sambutlah dengan wajah ceria sebagai ungkapan berterimakasih padanya.

Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda yg bermaksud: Jika seorang isteri berkata kepada suaminya: Tidak pernah aku melihat kebaikanmu sama sekali, maka hancur leburlah pahala amal kebaikannya.
3. Menyenangkan Suami Setiap Ia Memandang

Laki-laki akan mudah terpikat dengan hal yang cantik dan indah. Demikian pula dengan suami anda yang menginginkan anda terlihat cantik setiap kali mereka pandangi. Jadi meski sudah ada yang memiliki, anda tidak boleh serta merta mengabaikan penampilan anda.

Pakailah pakaian yang bisa membuatnya bahagia. Jika suami senang melihat kita pakai daster, silakan pakai daster. Namun jika suami tidak suka, maka pilihlah pakaian yang disukai suami anda.

Belajar memakai make up sederhana juga penting untuk menunjang penampilan. Tidak usah terlalu menor dan justru membuat suami tidak suka, cukup yang tipis-tipis saja agar bisa terlihat lebih natural.

4. Membantu Suami Merapikan Penampilannya

Selain memperhatikan diri sendiri, memperhatikan penampilan suami juga tidak kalah penting. Jika seorang suami menggunakan baju tidak rapi ke kantor atau dalam kesehariannya, bisa dipastikan istrinya adalah seorang pemalas. Istri memiliki peranan penting dalam menunjang penampilan suami, dengan begitu suami menjadi pribadi yang percaya diri dan semakin sayang istri.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah berkata kpd Siti Fatimah: Ya Fatimah, apabila seorang wanita meminyakkan rambut suaminya & janggutnya, memotong kumis & menggunting kukunya maka Allah akan memberinya minum dari air Surga yg mengalir di sungai sungainya & diringankan Allah baginya sakaratul maul & akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman yg indah & taman taman Surga.

5. Sigap Memenuhi Kebutuhan Biologis Suami

Sigap dalam memenuhi kebutuhan biologis suami menjadi salah satu cara membahagiakan mereka. Tidak ada alasan bagi seorang istri menolak ketika suami menginginkannya di tempat tidur. Meski demikian, suami pun harus melihat kondisi istrinya apakah sedang sakit atau sehat. Ridho Allah ada pada ridho suami, maka lakukanlah hal-hal yang menjadi kewajiban istri pada suami.

Nabi Shallallahualaihi wa sallam bersabda yg bermaksud: Empat perempuan yang berada di Neraka ialah: Perempuan yang kotor mulutnya terhadap suaminya. Jika suaminya tidak ada di rumah ia tidak menjaga dirinya & jika suaminya bersamanya ia memakinya (memarahinya). Perempuan yang memaksa suaminya untuj memberi apa yang suami tidak mampu. Perempuan yang tidak menjaga auratnya dari kaum laki-laki & memperlihatkan kecantikannya (untuk menarik kaum laki laki). Perempuan yang tidak mempunyai tujuan hidup kecuali makan minum & tidur, & ia tidak mau berbakti kepada Allah & tidak mau berbakti kepada RasulNya dan tidak mau berbakti kepada suaminya.